RUU Merek Dorong Negara Gratiskan Biaya Notaris Pendaftaran Merek
Tanggal : 24 September 2015 , Kategori : Kegiatan/Berita Foto , Dibaca : 266 Kali , Penulis : Super User

Jakarta - Wakil Ketua Pansus Rancangan Undang-Undang (RUU) Merek, Refrizal, menyatakan, pihaknya berkomitmen menyusun serta menyelesaikan RUU tentang Merek, yang diharapkan melindungi pelaku usaha lokal.

Kata Refrizal, saat ini pihaknya sedang menggali dari banyak narasumber terkait substansi RUU itu. Diharapkan, masyarakat bisa memberi masukan untuk diinventarisasi menjadi Daftar Inventarisasi Masalah (DIM).

"Kami bertekad UU ini sudah jadi, kalau bisa April tahun depan atau akhir Maret tahun depan naskah sudah selesai," kata Refrizal dalam sebuah diskusi di Jakarta, Selasa (22/9).

Dalam diskusi itu, hadir juga Guru Besar Hukum Perdata UI Agus Sardjono, Ketua Harian YLKI Tulus Abadi, serta pengusaha sepatu merek Chavelier dan Cannes dari Bandung, Egar Putra Bahtera.

Dilanjutkan oleh Refrizal, pihaknya ingin RUU itu bersubtansi melindungi kepentingan masyarakat dan negara secara sebesar-besarnya.

"Kita jadikan aturan ini jadi momen kebangkitan nasional dalam rangka melindungi merek lokal. Jadi keberpihakan pemerintah sangat penting terhadap merek lokal," jelasnya.

Diharapkan juga ada dukungan kuat kepada usaha kecil dan menengah (UKM) untuk berkembang. "Kami minta UKM digratiskan biaya notaris untuk mengurus perusahaan atau koperasinya. Jadi negara yang membayar," kata Refrizal.

Tulus mengatakan, dari perspektif konsumen, merek menjadi penting ketika berhadapan dengan kualitas. UU Merek juga harus memberikan jaminan ketika ada sengketa merek. "YLKI banyak mendapat aduan sengketa merek. Tetapi YLKI tidak bisa membantu karena itu ranah penegakan hukum," kata dia.

Dalam konteks RUU Merek itu, Tulus mengingatkan agar DPR bisa menjaga konsistensi di tengah adanya gerakan global menguasai merek, kepentingan hak kekayaan intelektual, dan strategi bisnis global.

"Intinya, jangan sampai aturan nanti mematikan kepentingan merek lokal. Kita akan sulit kalau merek lokal sulit bersaing. Jadi harus ada keberpihakan bagi UMKM," tegas Tulus.

Sementara Egar menyatakan pihaknya berharap UU itu nantinya bisa membantu produk lokal bersaing dengan produk impor abal-abal, yang kerap meniru model atau merek, namun murah serta membanjiri pasar. "Jadi kalau bisa menanggulangi barang KW (istilah untuk barang palsuan). Intinya harus bisa meningatkan produk lokal," kata Egar.

Markus Junianto Sihaloho/NAD

 

Sumber : http://www.beritasatu.com/ekonomi/309028-ruu-merek-dorong-negara-gratiskan-biaya-notaris-pendaftaran-merek.html

 


0 Komentar Pembaca:

Tambahkan Komentar via Website :
Nama *
Email *
Website
*